Genggam Dunia;Lewat Tulisan..
Wednesday, January 9, 2008
Tuli Mulai Menyerang Kawula Muda
"Hai,Kalian para kawula muda..berhati-hatilah terhadap aktifitasmu!" Seru Bapak RT dalam rapat karang taruna di kampungnya. Singkat cerita Bapak RT berpidato agar para pemuda dan pemudi di kampungnya jangan bersikap acuh dalam pergaulan saat ini. Saat ini saya sudah bisa menebak tanpa menggunakan indra keenam para pembaca yang saya hormati pasti menduga tentang isi nasihat Pak RT tersebut mengarah ke hal-hal yang berbau Sex, Narkoba, kriminalitas, minum-minuman keras & aktifitas negative lainnya. Tetapi yang akan saya bahas di sini adalah tentang Bad habit kawula muda dalam hal penggunaan salah satu.panca indra mereka yaitu Telinga.

Sampai Saat ini berbagai Penyuluhan & bimbingan menyangkut perawatan telinga sangatlah rendah. Paling Banyak ya tentang AIDS, Narkoba,dan teman seperjuangannya yaitu SEX BEBAS. Namun perlu disadari, Bahwa Fungsi Telinga itu sangatlah penting. Seakan-akan kita tidak menyadarinya,bahkan untuk merawat pun jarang ataupun tidak pernah sama sekali(Hayo,Sapa tuh yang gak pernah membersihkan telinganya..?*tanpa disadari penulis pun juga pengen ikut ngacung*Lol….*hehehe)
Maka dari itu,Renungkanlah pertanyaan berikut:
“Berapa kali Anda membersihkan Telinga anda dalam Seminggu?”

Jika jawabannya antara 0-1 kali,maka..segera berhati-hatilah karena suku bangsa kotoran telinga congek dan serumen merupakan penyebab tuli juga. Memang seberapa langka sih kehadiran superhero pembersih telinga,cotton bud tersedia di swalayan dan toko-toko didekat anda?

Menurut Para ahli kesehatan Tuli disebabkan oleh congek,serumen(kotoran telinga), obat-obatan, usia lanjut, tuli sejak lahir, tuli mendadak, dan Tingkat kebisingan. Nah penyebab terakir merupakan penyebab paling parah yang menyerang manusia yang hidup di jaman sekarang. Kemacetan misalnya. Bagi merka yang hidup di kota-kota besar hal ini tidak bisa dihindarkan. Juga untuk tempat bermain anak-anak seperti di mall-mall merupakan sumber bising berbahaya karena tingkat kebisingannya mencapai 90-95 desibel. Dengan tingkat suara setinggi itu diperkirakan anak-anak hanya boleh tinggal di tempat seperti itu hanya 1-2 jam. Jika lebih lama maka akan berdampak kelelahan koklea(rumah siput), yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kelelahan Koklea yang terjadi terus menerus dan tak segera ditangani maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran menetap. Maka hal itu dapat disimpulkan, makin sering dan makin lama diserbu kebisingan, makin cepat berkurang masa seorang mampu mendengarkan secara normal. Alhasil Tuli pun makin dini menyerang orang *Nah Lho*
Secara Global , Di Amrik sono menurut penelitian para ahlinya bahwa pendengaran 5,2 juta anak usia 6-19tahun terganggu gara-gara pemakaian walkman atau Ipod, Menikmati televise ukuran jumbo dengan suara menggelegar, ke klub joget dengan musik Tekno ajeb-ajeb.
Hal serupa pun terjadi juga di Indonesia, Para kawula muda penerus bangsanya pun makin banyak yang wira-wiri dengan kabel bersumpal ditelinga mereka. Para Ipod generation ini diperkirakan bakal lebih awal mengalami tuli di usia 40 tahunan. Padahal secara normal kondisi tuli menyerang manusia terutama tak sedikitnya oleh mereka yang berusia 60-70an. masalahnya, bising belum dianggap masalah serius. Bising malah dianggap keren di beberapa kondisi. Fakta aktivitas kehidupan modern saat ini menghendaki keadaan bising yang dianggap keren tersebut seperti di Konser-konser musik yang digelar dengan sound system mahadasyat, kafe dan diskotek yang sering digunakan anak muda sebagai tempat nongkrong diberbagai penjuru kota, jalan raya yang tak mungkin lepas dengan kemacetan beserta anak kandungnya yaitu bising. Itu semua masih ditambah dengan mendengarkan musik lewat earphone. Sepertinya makin bising makin keren. Tetapi jika sudah tuli apakah masih keren?Hayoo..lho..
Berikut ini adalah daftar media aktifitas kita yang tidak luput menggunakan telinga
Ruangan Tenang.
30-40 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 80 dB.16 jam
Percakapan Normal
65 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 85 dB. 8 jam
Perangkat elektronik yang ada dirumah(TV,Penghisap debu,dll)
60-70 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 90 dB. 4jam
Walkman/mp3 player/Ipod
96 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 95 dB.2jam
Arena bermain anak di Mall.
90-95 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 100dB. 1jam
Diskotek atau klub malam.
100-120 dB.
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 105 dB. ½ jam
Orkes Simfoni
110 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 110 dB. ¼ jam
Konser musik.
110-140 dB
Batas intensitas kebisingan dan lama pemaparan : 110 dB. 1/8 jam

Saran gendeng dari penulis agar terlepas dari bahaya tuli bagi pengguna mp3 player mania maupun Ipod dan para calon pembelinya adalah mintalah garansi gendang telinga kepada penjual. Jika tidak dapat maka jangan beli Ipod maupun mp3 player sejenisnya. Bagi yang sudah punya Ipod dan peduli terhadap telinga anda..jangan dibuang!berikan saja kepada penulis,hehehe:-)
posted by Thomas @ 8:45 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
Ini adalah Blog Pribadi pertamaku.Mungkin isinya banyak hal yang g jelas(soalna lebih bersifat ke-Diary), tetapi Sejuta manfaatnya. Banyak Pengalaman,Gagasan,Ide,Hal Bodoh dan tetek Bengek lainna yang akan aku share di Blog ini.Just enjoy it..!
About Me

Name: Thomas
Home: Surakarta, Indonesia
About Me: Male 19 years old Cool geniust intelegent Funny
See my complete profile
Previous Post
Archives
Ruang Kongkow-kongkow
Sponsored Links

Links
Powered by



BLOGGER